Maha Suci Allah Swt yang menggantikan malam dengan siang dan sore pun menyongsong malam. Hari berlalu menyusun pekan. Hitungan bulan-bulan pun membentuk tahun. Satu detik yang berlalu mutlak takkan kembali. Tanpa terasa panggilan pada-Nya kian mendekat. Sementara peluang hidup tidak ada siaran ulang.
Siap atau tidak, waktu pasti akan meninggalkan kita...
Sejauh apapun satu tahun ke depan, jauh lebih dekat daripada satu detik yang lalu. Karena waktu yang berlalu, walaupun satu detik tidak akan bisa dimanfaatkan lagi.
Siap atau tidak..jatah waktu kita terus berkurang...
Ketika seseorang sedang 'merayakan' hari ulang tahun, sebenarnya ia sedang merayakan berkurangnya jatah usia. Umurnya sudah berkurang satu tahun. Atau, hari kematiannya lebih dekat satu tahun baginya. Dalam skala yang lebih luas, pergantian tahun adalah berarti berkurangnya umur dunia. Atau, hari kiamat lebih dekat satu tahun dibandingkan tahun lalu.
"Ya Allah mulai detik ini, takkan ada lagi perayaan atau 'pesta' di hari berkurangnya umurku..Aneh jika aku masih merayakan dengan gelak tawa dan canda tanpa makna sementara jatahku hidup adalah berkurang...Betapa aneh dan bodohnya aku!".
"Selamat Ulang Tahun?", " Happy Birthday??", " Met B'Day yaaa...", akan terasa menyesakkan di hati dan telingaku...biarlah kudengar "Selamat Berjuang di SISA usiamu..", atau "Semoga Berkah SISA usiamu...",. Sungguh hal itu lebih baik dan bermakna DOA untuk menjalani sisa umur ini.
Alangkah bijaknya menjelang pergantian tahun genap kelahiran, kita mengevaluasi diri (muhasabah) atas kesia-siaan hidup selama ini. Memohon..Meminta keberkahan dan kebaikan di penghujung usia yang tidak tahu kapan datangnya. "Akhir itu lebih baik daripada awal..". Semoga dengan seikat doa dan permohonan ampun serta berkah akan menjadikan makna Ulang Tahun/Milad/apapun itu akan lebih bermakna,,,Allahuma Amin.
Wallahualam bi Showab.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar